Halut – istanafm.com. Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap tiga pendaki yang masih hilang di kawasan Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu, 9 Mei 2026.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIT diawali dengan briefing tim sebelum personel dibagi ke dalam empat search and rescue unit (SRU) sesuai area pencarian yang telah ditentukan.
“Tim dibagi menjadi empat SRU sesuai search area pencarian berdasarkan rencana operasi SAR,” kata Iwan.
Menurut dia, pencarian dilakukan menggunakan metode expanded search area (ESAR) dengan cakupan masing-masing area sekitar 0,5 kilometer persegi di sekitar puncak Gunung Dukono. Lokasi tersebut merupakan titik terakhir korban terlihat oleh rekan-rekannya.
Iwan mengatakan fokus pencarian hari kedua diarahkan di sekitar area puncak gunung dengan tetap memperhatikan keselamatan personel SAR karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih tinggi dan terus mengeluarkan abu vulkanik tebal.
“Keselamatan tim pencari tetap menjadi prioritas karena aktivitas Gunung Dukono masih fluktuatif dan abu vulkanik masih cukup tebal,” ujarnya.
Briefing operasi SAR dipimpin langsung oleh Iwan Ramdani didampingi Kapolres Halmahera Utara dan Komandan Kodim 1508/Tobelo. Mereka berharap tiga pendaki yang masih hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas, Polres Tobelo, Brimob, BPBD Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, TNI AU, PVMBG, Dinas Kesehatan Halmahera Utara, Imigrasi Halmahera Utara, Wanadri, pecinta alam, serta masyarakat Desa Mamuya.
Berdasarkan data sementara, jumlah pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono sebanyak 20 orang. Sebanyak 17 orang telah dinyatakan selamat, terdiri dari tujuh warga negara asing dan 10 warga negara Indonesia.
Sementara tiga pendaki lainnya masih dalam pencarian. Mereka terdiri dari dua warga negara asing dan satu warga negara Indonesia.
Sebelumnya, Gunung Dukono mengalami erupsi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026, dengan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 10 ribu meter di atas puncak gunung. Aktivitas vulkanik tersebut menyebabkan sejumlah pendaki terdampak saat berada di kawasan puncak Gunung Dukono. (Rifal)