Next Post

Hiswana Migas Minta Pangkalan Minyak Tanah Tertib Salurkan Subsidi ke Warga Berhak

eca21987-2fd4-4d01-95b2-c72018535387

Ternate – istanafm.com. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Maluku Utara mengingatkan pangkalan minyak tanah agar menyalurkan BBM subsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

Ketua DPC Hiswana Migas Maluku Utara, Nasri Abubakar, menegaskan rantai distribusi minyak tanah subsidi telah diatur secara jelas. Menurut dia, Pertamina bertugas menyalurkan hingga ke tingkat agen, sementara agen berkewajiban mendistribusikan ke pangkalan.

“Agen berkewajiban menyampaikan BBM itu sampai ke pangkalan. Pangkalan punya kewajiban menyalurkan langsung kepada pengguna akhir, yakni masyarakat. Tidak boleh diperpanjang lagi tata niaganya,” ujar Nasri kepada Istana FM, Selasa, 10 Februari 2026.

Nasri yang juga Wakil Wali Kota Ternate itu menjelaskan, minyak tanah subsidi tidak boleh diperdagangkan kembali di luar mekanisme resmi. Pangkalan dilarang menjual kepada pihak lain untuk dijual kembali karena praktik tersebut berpotensi menaikkan harga dan merugikan penerima manfaat.

“Kalau semakin panjang tata niaga, yang menerima risiko adalah masyarakat sebagai pengguna akhir. Harga bisa naik. Karena itu distribusi akhir minyak tanah subsidi harus berhenti di pangkalan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari masyarakat. Menurut Nasri, warga merupakan pengawas utama dalam memastikan distribusi berjalan sesuai aturan. Selain itu, pengawasan dilakukan oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

“Pengawasan utama adalah masyarakat sendiri. Pemerintah daerah dan aparat juga punya peran. Kalau ada pelanggaran, harus ditindak,” ujarnya.

Nasri menambahkan, pangkalan yang terbukti melanggar ketentuan dapat langsung diputus kontraknya oleh agen. Sebab, hubungan antara agen dan pangkalan diikat melalui perjanjian kerja sama.

“Kalau pangkalan melakukan pelanggaran dan terbukti, agen wajib mengambil tindakan tegas. Tidak boleh tawar-menawar. Karena yang menanggung risiko audit adalah agen,” kata dia.

Menurut Nasri, agen minyak tanah diaudit secara berkala, sehingga mereka harus memastikan pangkalan yang ditunjuk benar-benar amanah. Ia menyebut penyaluran BBM subsidi bukan semata aktivitas bisnis, melainkan juga bentuk tanggung jawab sosial.

“Agen minyak tanah itu bukan sekadar bisnis. Ini penugasan untuk menyampaikan hak masyarakat. Karena itu jangan coba-coba bermain dengan BBM subsidi,” ucapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan dan kesan kelangkaan. “Gunakan secara bijak. Jangan sampai karena panik, yang sebenarnya cukup menjadi terasa langka,” kata Nasri. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11