Ternate – istanafm.com. Pembangunan rumah milik Zulkifli di Kelurahan Tubo, RT 003/RW 02, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, terhenti akibat keberadaan tiang listrik yang berdiri sangat dekat dengan bangunan.
Jarak antara tiang listrik dan tembok rumah yang tengah dibangun hanya sekitar 3 hingga 5 sentimeter. Kondisi itu membuat pemilik rumah khawatir terhadap potensi bahaya dan tidak berani melanjutkan pembangunan.
“Tidak ada jarak antara tiang listrik dan bangunan. Tiang listrik berdiri tepat di tembok rumah, sekitar 3 sampai 5 sentimeter,” kata Zulkifli kepada Istana FM, Sabtu, 14 Maret 2026.
Tiang listrik tersebut sudah berdiri sebelum pembangunan rumah dilanjutkan ke lantai dua pada 2021 hingga 2022. Namun setelah pembangunan bertambah, posisi tiang yang terlalu dekat dengan bangunan menjadi persoalan serius.
Baca juga: Setelah Disorot Publik, RSUD ChB Batalkan Pemotongan TPP Nakes
Zulkifli mengaku sebelumnya pernah terjadi korsleting listrik sebanyak dua kali di sekitar bangunan. Peristiwa itu membuat ia semakin khawatir jika kejadian serupa kembali terjadi.
Ia mengatakan telah mengadukan persoalan tersebut kepada Perusahaan Listrik Negara sejak 2022. Pengaduan dilakukan secara langsung di kantor PLN maupun melalui surat resmi. Bahkan pihak kelurahan juga telah mengirimkan surat terkait keluhan tersebut.
Menurut Zulkifli, pihak PLN sempat melakukan survei langsung ke lokasi pada pertengahan 2025. Namun hingga kini tiang listrik tersebut belum juga dipindahkan.
“Salah satu petugas yang turun survei bahkan sempat bilang merinding melihat posisi tiang listrik dengan bangunan seperti itu,” ujarnya.
Baca juga: Kolaborasi NHM dan KUPP Sofifi Perkuat Kebersihan Kawasan Pelabuhan
Ia mengaku pernah mendapat penjelasan dari petugas PLN bahwa biaya pemindahan tiang listrik diperkirakan berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta, bahkan bisa lebih. Alasan yang disampaikan karena posisi tiang berada di tikungan serta tingkat kesulitan pekerjaan.
Namun Zulkifli mengaku tidak mampu menanggung biaya sebesar itu. Ia hanya sanggup menyediakan dana sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta.
“Kalau sampai Rp15 sampai Rp20 juta tentu kami tidak sanggup,” katanya.
Zulkifli berharap pihak PLN dapat segera memindahkan tiang listrik tersebut demi keamanan dan kenyamanan. Ia juga berharap pembangunan rumahnya dapat kembali dilanjutkan setelah persoalan tersebut diselesaikan.
“Harapan kami tiang listrik itu bisa dipindahkan agar tidak membahayakan dan pembangunan rumah bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak PLN UP3 Ternate saat didatangi Istana FM melalui petugas keamanan menyampaikan bahwa kantor sedang libur pada Sabtu, 14 Maret 2026. (Rifal)