Next Post
[aioseo_breadcrumbs]

Kediaman Gubernur Jadi Sasaran Massa

FF20738F-0F25-44BC-A494-03F270401A38

TERNATE, ISTANA FM – Ratusan Mahasiswa asal Halmaahera Tengah dari berbagai elemen gerakan kembali menggelar Aksi unjuk rasa, Selasa (5/9/2023) dikediaman Gubernur Maluku Utara di jalan Ahmad Yani Ternate.

Kondisi aksi hari kedua ini terlihat anarkis, pasalnya, pintu gerbang kediaman Gubernur dirobohkan oleh massa aksi. Terlihat aparat Kepolisian Polres Ternate mengamankan sejumlah massa aksi yang melakukan pengrusakan pintu gerbang kediaman Gubernur.

Alfian Salim Koordinator aksi dalam orasinya meminta sikap tegas Pemprov Malut agar segera menghentikan aktifitas pertambangan di wilayah Halteng untuk tenggang waktu tertentu, sampai ada keputusan final dari Lembaga yang berkompoten terkait dengan kondisi Air Sungai di Desa Sagea dan sekitarnya.

Massa aksi juga menyesali sikap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Malut, yang menyurat pihak Perusahaan Pertambangaan untuk segera menghentikan aktifitas pertambangan untuk sementara waktu.

Surat yang dikeluarkan pada Senin (4/9/2023) itu tembusannya hanya disampaikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur serta Sekertaris Daerah.

Surat dengan Nomor. 600.4.5.3./1120/DLH.3/X/2023 yang ditujukan Kepada PT Weda BAY Nickel, PT Halmahera Sukses Mineral, PT Tekindo Energi, PT Karunia SAGEA Mineral dan PT First Pasific Mining surat tersebut ditandatangani oleh Kepala DLH Provinsi Malut Fahrudin Tukuboya.

“Seharusnya Gubernur yang menyurati Menteri Lingkungaan Hidup dan tembusannya disampaikan kepada Kapolri, agar Kapolri memerintahkan Kapolda Maluku Utara untuk mengawasi aktifitas Pertambangan yang dihentikan sementara waktu,” teriak Alfian saat orasi. (Jaja On)

 

 

Editor: Team

Reporter: Fajarudin Limau

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11