Next Post

Kementerian UMKM, YCAB, dan Eramet Luncurkan Program LAKSMI di Ternate

c972e35b-b50b-4482-8ee6-cf00f7b89f5c

Ternate — istanafm.com. Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan perusahaan tambang Eramet meluncurkan Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) sebagai strategi baru pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro. Peresmian sekaligus kick off program tersebut berlangsung di Hotel Bela, Kota Ternate, Maluku Utara, Rabu, 21 Januari 2026.

Peluncuran LAKSMI dihadiri Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, perwakilan Kementerian UMKM, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Muhamad Firdaus, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) kota dan provinsi.

CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet mengatakan Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, dipilih sebagai tuan rumah kick off LAKSMI karena Eramet menjalankan kegiatan usaha di wilayah tersebut, terutama di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.

“Kami memang beroperasi di sini, di beberapa lokasi seperti Weda. Program ini adalah bentuk feedback dan kontribusi kami bagi daerah tempat kami berusaha,” ujar Jérôme usai Peresmian sekaligus kick off program LAKSMI yang berlangsung di Hotel Bela, Ternate.

Menurut dia, LAKSMI merupakan bagian dari strategi global Eramet dalam mendukung pengembangan komunitas di negara-negara tempat perusahaan beroperasi. Program ini terintegrasi dengan komitmen global perusahaan untuk memperkuat kapasitas manusia dan komunitas lokal.

“Kami ingin berkontribusi pada perkembangan masyarakat. Karena itu kami memilih YCAB sebagai mitra yang tepat dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan peran mereka dalam ekonomi,” katanya.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyambut baik pelaksanaan program LAKSMI. Ia menilai program ini sejalan dengan kebutuhan UMKM di Maluku Utara, terutama dalam peningkatan kapasitas, literasi keuangan, dan pengetahuan produk. “Dari sekitar 200 UMKM yang akan dilatih, nantinya akan dipilih 25 UMKM untuk mendapatkan dukungan permodalan,” ujar Sherly.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata dia, mendorong sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor sosial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan perempuan. “Jika perempuan berdaya, keluarga akan kuat dan anak-anak terlindungi,” ujarnya.

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mengatakan Maluku Utara yang memiliki wilayah luas membutuhkan intervensi program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Ia berharap program LAKSMI dapat mendorong pelaku UMKM, khususnya perempuan, untuk naik kelas.

“Ini bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan tambang yang beroperasi di Maluku Utara untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian pelaku UMKM,” kata Tauhid.
Menurut dia, penguatan yang diberikan melalui LAKSMI—mulai dari literasi keuangan, kapasitas kelembagaan, hingga pengembangan produk—akan membantu pelaku UMKM bertahan dan berkembang di masa depan.

“Sebagian besar sasaran program ini adalah perempuan. Harapannya, kemandirian usaha yang terbentuk dapat menjadi pemicu peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Program LAKSMI menargetkan sekitar 200 pelaku UMKM perempuan sebagai peserta awal, yang kemudian akan diseleksi menjadi 25 UMKM unggulan untuk mendapatkan pendampingan lanjutan dan akses permodalan. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11