Ternate – istanafm.com. Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Kamarudin, memastikan ketersediaan ikan menjelang Ramadan dan Idul Fitri dalam kondisi aman. Meski hasil tangkapan nelayan menurun akibat cuaca, fasilitas penyimpanan dinilai masih mampu menjaga pasokan dan stabilitas harga.
“Kami mengantisipasi Ramadan dengan menyiapkan fasilitas penampungan ikan sebaik mungkin agar stok tetap terjaga,” kata Kamarudin kepada Istana FM, Selasa, 10 Februari 2026.
Kamarudin menjelaskan, PPN Ternate memiliki dua fungsi utama, yakni fungsi pemerintahan dan fungsi pengusahaan. Pada fungsi pemerintahan, pelabuhan memberikan layanan administrasi kapal perikanan, seperti penerbitan izin berlayar serta pembinaan mutu hasil perikanan untuk menjaga kualitas dan kesegaran ikan.
Adapun fungsi pengusahaan mencakup penyediaan fasilitas bagi pelaku usaha perikanan, mulai dari industri pengolahan, pedagang ikan, hingga penyediaan logistik dan perbekalan melaut bagi kapal perikanan.
“Seluruh usaha yang berkaitan dengan operasional kapal perikanan, pengolahan hasil, maupun logistiknya, kami fasilitasi di dalam kawasan pelabuhan,” ujarnya.
Untuk menjaga pasokan selama Ramadan, PPN Ternate mengandalkan fasilitas cold storage berkapasitas 310 ton. Saat ini, stok ikan yang tersimpan sekitar 64 ton.
“Stok yang ada itu milik pengusaha dan pedagang yang menitipkan ikan di cold storage kami. Jika pasokan di pasar kurang sementara permintaan tinggi, ikan dari gudang akan dikeluarkan,” kata Kamarudin.
Ia mengakui, dalam beberapa bulan terakhir hasil tangkapan nelayan menurun akibat cuaca buruk dan peringatan gelombang dari BMKG yang membuat sebagian kapal tidak melaut. Kondisi itu berdampak pada terbatasnya ikan konsumsi lokal seperti cakalang dan pelagis kecil, serta memicu kenaikan harga di pasar.
Sebagian besar stok yang tersimpan saat ini merupakan ikan ekspor, terutama tuna. Namun, Kamarudin berharap cuaca membaik memasuki fase bulan gelap agar nelayan kembali melaut dan pasokan meningkat.
“Kalau cuaca membaik, nelayan bisa beraktivitas kembali dan stok untuk konsumsi lokal bisa bertambah,” ujarnya.
Selain fasilitas penyimpanan, PPN Ternate juga didukung pabrik es dan Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN) yang menyalurkan solar subsidi. Menurut Kamarudin, pasokan solar untuk kapal yang berhak masih mencukupi dan belum ada keluhan dari nelayan.
Ia juga menyebut ikan yang tersimpan di PPN Ternate tidak hanya berasal dari hasil tangkapan di Ternate, tetapi juga kiriman dari Bacan, Tobelo, hingga Morotai. “Kami berharap masyarakat tidak perlu panik. Stok ikan bisa mencukupi kebutuhan selama Ramadan. Pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” kata Kamarudin.
Ia menambahkan, menjelang Ramadan, PPN Ternate dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana menggelar pasar murah di kawasan pelabuhan. (Rifal)