Next Post

LAKSMI 2026 Resmi Dimulai di Ternate, Gubernur Sherly Tekankan UMKM Naik Kelas Lewat Pendampingan

ea5e566f-3b0d-499d-835a-b66ae3a20521

Ternate — istanafm.com. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan Program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) bukan sekadar kegiatan seremonial. Program ini, kata dia, dirancang sebagai ruang belajar dan ruang tumbuh agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat “naik kelas”.

Pernyataan itu disampaikan Sherly saat kick-off Program LAKSMI Ternate 2026, Rabu, 21 Januari 2026. “Ini bukan sekadar ceremonial. Ini adalah tempat untuk tumbuh, ruang belajar, dengan harapan UMKM bisa naik kelas,” ujar Sherly.

Ia menceritakan awal pertemuannya dengan mitra program, Eramet dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), pada 2025 dalam kegiatan Kementerian UMKM. Dari pertemuan itu, Maluku Utara—khususnya Ternate—kemudian ditetapkan sebagai salah satu proyek prioritas. Kick-off nasional telah digelar di Jakarta, dan tahun ini dilanjutkan dengan peluncuran di Ternate.

Dalam program LAKSMI 2026, sebanyak 200 UMKM akan mengikuti pelatihan yang mencakup literasi keuangan, manajemen usaha, dan peningkatan kapasitas. Dari jumlah tersebut, 25 UMKM terbaik akan dikurasi untuk menerima modal usaha sebesar Rp5 juta per unit.

“Ini bukan pinjaman, bukan juga sekadar bantuan modal. Pendampingannya yang utama,” kata Sherly.

Menurut dia, pengalaman menunjukkan banyak UMKM yang sempat naik kelas justru kembali turun ketika pendampingan berhenti. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala, terutama terkait kualitas produk. “Kemasan sudah bagus, tapi isi produknya—karena banyak berupa makanan—sering kali tidak konsisten. Ini PR besar kita,” ujarnya.

Sherly juga menyinggung peluang pasar lokal melalui berbagai agenda nasional di Ternate serta aktivitas car free day setiap akhir pekan. Namun, ia mengingatkan pelaku UMKM agar tidak terjebak pada produk yang seragam. “Kalau satu laku, semua jual yang sama. Harus ada variasi dan inovasi. Konsumen cepat bosan,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan lain yang kerap muncul adalah literasi keuangan. Banyak UMKM mengalami kenaikan omzet, tetapi tidak diikuti peningkatan keuntungan. “Lifestyle ikut naik, akhirnya bukan untung tapi minus,” ujarnya.

Sementara itu, CEO dan Founder Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Veronica Colondam mengatakan program LAKSMI di Ternate merupakan bagian dari gerakan global yang didukung Eramet. Ternate menjadi wilayah kedua setelah Jakarta yang menjalankan program tersebut.

Veronica menekankan fokus LAKSMI pada pemberdayaan perempuan sebagai tulang punggung ekonomi keluarga. “Ketika ibu-ibu berdaya, keluarga biasanya lebih sejahtera,” kata dia. Berdasarkan asesmen awal, banyak pelaku UMKM sebenarnya telah menerima pelatihan, namun belum mampu menerapkan literasi keuangan secara konsisten dalam usaha mereka.

Selain penguatan literasi keuangan, YCAB juga mendorong digital marketing untuk memangkas rantai pasok. “Dengan pemasaran digital, pelaku UMKM bisa menjual langsung ke konsumen dan mendapatkan nilai maksimal dari produknya,” ujarnya.

Program LAKSMI, kata Veronica, juga menekankan keberlanjutan. “Kami tidak ingin hanya kick-off lalu selesai. Yang kami dorong adalah sustainability, agar pendampingan, pasar, dan modal benar-benar membuat usaha mereka bertahan dan berkembang.” (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11