Ternate — istanafm.com. Modus penipuan perpajakan di Maluku Utara kian merajalela. Sejumlah warga dilaporkan menjadi korban, bahkan ada yang sampai mentransfer uang ke rekening pihak yang mengaku sebagai pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ternate.
Kepala KPP Pratama Ternate, Dewi Lestari, mengatakan praktik penipuan ini bukan fenomena baru. Para pelaku, kata dia, kerap mencatut nama pegawai pajak hingga pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
“Kasus modus penipuan perpajakan memang sudah lama terjadi di Maluku Utara. Ada oknum yang memanfaatkan dan mencatut nama pejabat internal KPP Ternate,” ujar Dewi saat ditemui Istana FM, Senin, 29 Desember 2025.
Menurut Dewi, laporan penipuan diterima hampir sepanjang tahun. Pada 2025, KPP Pratama Ternate mencatat setiap hari menerima sekitar lima hingga sepuluh laporan dari masyarakat maupun pelaku usaha yang menjadi target penipuan.
Sebagian besar korban, kata Dewi, beruntung belum sempat mentransfer uang karena langsung melakukan konfirmasi ke kantor pajak. “Setidaknya ada lebih dari seratus laporan yang kami terima. Namun, pada 2025 tercatat dua orang sudah terlanjur mentransfer uang ke pihak yang mengaku sebagai petugas pajak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaku menggunakan beragam cara, mulai dari menelepon langsung, mengirim pesan WhatsApp, hingga mengedarkan dokumen palsu berbentuk surat resmi. Modus lain yang kerap digunakan adalah meniru sistem pembayaran pajak dan mencatut nama pejabat pajak pusat.
“Kami pernah menerima laporan penipuan yang mencatut nama pejabat pajak di tingkat pusat untuk meyakinkan korban,” kata Dewi.
Dewi juga menyinggung kemungkinan kebocoran data publik sebagai salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku. Ia merujuk pada kasus kebocoran data warga Indonesia dan sejumlah negara Asia pada 2024, yang kemudian digunakan pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
“Kalau dari KPP Pratama, data kami tidak pernah bocor. Tapi memang ada data masyarakat yang bocor secara luas, dan itu dimanfaatkan untuk menipu, termasuk dengan mengirim file PDF ke WhatsApp calon korban,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan kantor pajak. Dewi meminta warga melakukan verifikasi melalui nomor layanan resmi KPP Pratama Ternate atau langsung mendatangi kantor pajak jika menerima informasi mencurigakan.
“Kami juga terus melakukan sosialisasi melalui media sosial resmi KPP dan iklan layanan masyarakat. Kalau ada informasi yang meragukan, lakukan pengecekan ketat atau datang langsung ke kantor,” katanya. (Rifal)