Next Post

Limbah Tulang Ikan di Pasar Gamalama Disorot, DLH Nilai Pengawasan Disperindag Belum Optimal

906d5e2b-49b6-49f4-8229-90292963bb74

Ternate – istanafm.com. Penumpukan limbah tulang ikan dan sampah dari aktivitas pedagang di Pasar Gamalama, Kota Ternate, kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih lemahnya pengawasan dan pengelolaan kebersihan di kawasan pasar terbesar di Kota Ternate itu.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Asmal, mengatakan pengelolaan kebersihan di dalam kawasan pasar merupakan tanggung jawab instansi pengelola pasar, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate. Sementara DLH hanya bertugas mengangkut sampah yang telah dikumpulkan di tempat penampungan.

“Ruang lingkup pasar itu menjadi wilayah kerja Disperindag. Kami dari DLH tidak mungkin mengatur langsung pedagang di dalam pasar. Tugas kami adalah mengangkut sampah yang sudah berada di bak penampungan,” kata Asmal kepada Istana FM, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut dia, tingginya volume sampah di Pasar Gamalama memang berpotensi menimbulkan penumpukan. Namun, khusus untuk persoalan limbah tulang ikan yang kerap berserakan di area pasar, Asmal menilai perlu adanya pengawasan yang lebih intensif dari pengelola pasar.

“Kalau ada penumpukan sampah saya kira itu wajar karena volume sampah di pasar cukup besar. Tetapi persoalan tulang ikan dan sejenisnya, saya melihat pengawasan dari Disperindag yang masih kurang,” ujarnya.

Asmal mengatakan pengelolaan sampah pasar seharusnya dilakukan melalui koordinasi antarinstansi agar persoalan yang muncul dapat segera dicari jalan keluarnya. Menurut dia, limbah tulang ikan memerlukan penanganan khusus sehingga tidak menimbulkan bau maupun gangguan kebersihan lingkungan pasar.

Ia menilai komunikasi yang terbuka antara pengelola pasar, pedagang, dan instansi terkait menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Jika terdapat kendala dalam pengelolaan limbah, kata dia, pemerintah perlu mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan penyediaan layanan khusus untuk jenis sampah tertentu.

“Kalau ada komunikasi yang terbuka, tentu kita bisa duduk bersama mencari solusi. Persoalan seperti limbah tulang ikan ini seharusnya bisa ditangani jika semua pihak berkoordinasi,” katanya.

Asmal juga menegaskan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat maupun media terkait persoalan kebersihan kota. Menurut dia, kritik yang bersifat membangun dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Kami membuka ruang terhadap kritik dan masukan. Tujuannya agar pelayanan bisa terus diperbaiki dan persoalan-persoalan di lapangan dapat diselesaikan bersama,” ujarnya.

Data DLH Kota Ternate menunjukkan saat ini terdapat empat unit bak penampungan sampah yang digunakan untuk menampung limbah dan sampah dari aktivitas perdagangan di Pasar Gamalama. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut oleh petugas DLH ke lokasi pembuangan akhir.

Meski demikian, persoalan kebersihan pasar masih menjadi keluhan masyarakat, terutama terkait limbah organik seperti tulang ikan yang kerap menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan pengunjung pasar. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11