Ternate – istanafm.com. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang dilaporkan hilang setelah pergi melaut sejak Ahad, 28 Juni 2026.
Korban diketahui bernama Alan Marasaoli, 53 tahun. Laporan mengenai kondisi yang membahayakan jiwa tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate dari Kepala Desa Koititi pada Selasa, 30 Juni 2026.
Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, Alan berangkat melaut sekitar pukul 07.00 WIT di perairan sekitar Desa Koititi. Saat berada di laut, ia masih sempat bertemu sejumlah nelayan lain dan bersama-sama singgah di sebuah rumpon untuk beristirahat serta makan.
Sekitar pukul 11.30 WIT, korban bersama rekan-rekannya kembali melanjutkan aktivitas menangkap ikan. Namun hingga malam hari, Alan tidak kunjung kembali ke rumah.
Keesokan harinya, keluarga bersama warga setempat mulai melakukan pencarian secara mandiri. Dalam pencarian itu, perahu milik korban ditemukan terdampar tanpa keberadaan Alan di sekitar lokasi. Hingga saat ini korban belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, melalui Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga, Ferdinando Jofandri, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel Unit Siaga SAR Halmahera Selatan menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari pemerintah desa.
“Tim Rescue Unit Siaga SAR Halmahera Selatan telah bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian terhadap korban,” kata Ferdinando dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
Lokasi pencarian berada di sekitar koordinat 0°21’9.72″ LS dan 127°47’20.93″ BT di perairan Desa Koititi.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, yakni Tim Rescue Unit Siaga SAR Halmahera Selatan, Polairud Bacan, TNI AL Bacan, serta masyarakat setempat.
Korban diketahui mengenakan kaus berwarna merah tua saat terakhir terlihat. Longboat yang digunakan berwarna biru muda dengan bagian atas merah.
Hingga berita ini ditulis, Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban. (Rifal)