Ternate — istanafm.com. Panitia penjaringan bersama Senat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menyerahkan tiga nama calon dekan kepada Rektor Universitas Khairun, Abdullah W. Jabid, di ruang kerjanya di lantai 3 Gedung Rektorat Kampus II, Ternate.
Penyerahan dokumen berita acara penyampaian visi, misi, dan program kerja tersebut menandai peralihan proses dari tahap penjaringan menuju tahap penetapan pimpinan fakultas.
Sejak beberapa pekan terakhir, panitia bersama senat telah menjalankan seluruh tahapan prosedural secara sistematis. Rangkaian itu mencakup rapat persiapan, pengumuman resmi, pendaftaran bakal calon, verifikasi dan perbaikan dokumen, pemaparan visi, misi, dan program kerja, hingga penyampaian laporan akhir.
Ketua Panitia Penjaringan Calon Dekan yang juga anggota Senat FIB, Jainul Yusup, mengatakan 18 Februari menjadi batas akhir pemasukan dokumen calon dekan dari senat fakultas kepada rektor, sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Hari ini adalah hari terakhir pemasukan dokumen. Kami dari senat fakultas dan panitia konsisten dengan jadwal yang telah ditetapkan. Seluruh dokumen calon sudah kami serahkan,” kata Jainul, Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam proses penjaringan tersebut, terdapat tiga nama yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan ketentuan yang berlaku, yakni Nurain Jalaluddin, Ismail Maulud, dan Jusan Hi. Yusuf.
“Karena yang memenuhi syarat ada tiga orang, maka tiga nama itu yang kami masukkan,” ujar Jainul, yang juga Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unkhair.
Dokumen hasil penjaringan diserahkan oleh perwakilan senat dan panitia, yakni Jainul Yusup dan Hudan Irsyadi Jusuf mewakili senat fakultas, serta Bambang Setiawan Syawal mewakili panitia penjaringan.
Selanjutnya, keputusan berada di tangan Rektor Unkhair untuk menetapkan Dekan FIB periode 2026–2030. Penetapan tersebut akan mempertimbangkan rekam jejak, visi, serta program kerja yang telah dipaparkan para kandidat di hadapan senat.
Dengan diserahkannya dokumen hasil penjaringan, proses pemilihan Dekan FIB kini memasuki tahap akhir, menunggu keputusan rektor yang akan menentukan arah fakultas dalam empat tahun mendatang. (Rifal)