Next Post

Sherly Ajak Kadin Wujudkan Investasi Inklusif di Maluku Utara

Screenshot

Ternate – istanafm.com. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kadin Maluku Utara membangun investasi yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha lokal dan masyarakat.

Ajakan itu disampaikan Sherly saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan Pengurus Kadin Maluku Utara periode 2026–2031 di Bela Hotel, Ternate, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Sherly, Maluku Utara memiliki modal besar untuk menarik investasi. Selain mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, provinsi ini juga memiliki kekayaan sumber daya alam dan posisi geografis yang strategis di kawasan Asia Pasifik.

“Kita punya sumber daya alam yang sangat besar. Tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai sekitar 34 persen, sementara pada triwulan pertama tahun ini sekitar 19,6 persen, jauh di atas rata-rata nasional,” kata Sherly.

Ia mengatakan, meski memiliki APBD yang relatif kecil dibandingkan provinsi lain, Maluku Utara mampu menarik investasi dalam jumlah besar. Pada 2025, nilai investasi yang masuk mencapai sekitar Rp350 triliun.

Namun, Sherly mengakui tingginya investasi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Pertumbuhan itu belum inklusif, belum benar-benar dirasakan oleh pengusaha lokal. Itu yang menjadi tantangan kita bersama,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggandeng Kadin untuk memastikan investasi yang masuk mampu mendorong UMKM naik kelas, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam rantai ekonomi daerah.

Sherly menilai masih banyak sektor yang belum tergarap meski kebutuhan pasar terus meningkat. Ia mencontohkan pasokan bahan pangan di kawasan industri yang hingga kini sebagian besar masih didatangkan dari luar Maluku Utara.

“Saat kami ke salah satu hypermarket, sekitar 95 persen bahan pangan masih berasal dari luar daerah. Kita belum mampu memenuhi kebutuhan telur, ayam, sayur, dan komoditas pangan lainnya,” kata dia.

Menurut Sherly, kondisi tersebut justru membuka peluang investasi baru di sektor pertanian, peternakan, logistik, hingga perumahan. Apalagi, Maluku Utara memiliki tiga kawasan industri yang terus berkembang dan membutuhkan dukungan berbagai sektor penunjang.

Ia juga menyinggung pengalaman di Halmahera Tengah yang mengalami lonjakan jumlah penduduk akibat pertumbuhan industri. Menurut dia, pemerintah saat itu belum sepenuhnya menyiapkan infrastruktur pendukung seperti perumahan dan layanan dasar sehingga menjadi pelajaran penting bagi pengembangan kawasan industri berikutnya.

Karena itu, Sherly mengundang investor dari berbagai daerah untuk berinvestasi di Maluku Utara dengan melibatkan pelaku usaha lokal sebagai mitra.

“Kami membuka ruang bagi seluruh investor yang ingin masuk ke Maluku Utara, tetapi harus bermitra dengan pengusaha lokal dan melibatkan UMKM agar mereka juga bisa naik kelas,” ujarnya.

Selain menarik investasi, Sherly berharap Kadin dapat berperan dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan kewirausahaan, akses pembiayaan, dan penguatan kemampuan manajerial.

Menurut dia, Kadin tidak hanya menjadi organisasi dunia usaha, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem ekonomi yang sehat.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan investasi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat Maluku Utara,” kata Sherly. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11