Ternate – istanafm.com. SMKS Bina Informatika (Binter) Kota Ternate, Maluku Utara, melepas 54 peserta didik kelas XII untuk mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) serta 20 siswa kelas XI untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan atau diklat di Malang, Jawa Timur.
Kegiatan Pelepasan Prakerin Peserta Didik Kelas XII dan Diklat Peserta Didik Kelas XI Tahun Pelajaran 2026-2027 itu berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kepala SMKS Bina Informatika Kota Ternate Lea Susanty Noho mengatakan 54 siswa kelas XII akan menjalani Prakerin di sejumlah lokasi yang berada di wilayah Kota Ternate. Mereka berasal dari tiga program keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan perbankan.
“Untuk Prakerin ada 54 siswa kelas XII dari tiga jurusan. Pelaksanaannya di dalam Kota Ternate saja,” kata Lea.
Sementara itu, sebanyak 20 siswa kelas XI akan mengikuti diklat menuju kelas industri di Malang, Jawa Timur, selama dua bulan. Program tersebut difokuskan pada dua program keahlian, yakni TKJ dan DKV.
Menurut Lea, kegiatan Prakerin merupakan program wajib bagi seluruh siswa SMK sesuai tuntutan kurikulum. Sedangkan diklat di Malang merupakan program yang diselenggarakan yayasan dan telah menjadi agenda tahunan sekolah.
Program diklat sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 pada 2020. Tahun ini, tutur dia, program tersebut kembali dilaksanakan dan menjadi pelaksanaan perdana setelah vakum beberapa tahun.
Sebelum turun ke lapangan, para siswa mendapatkan pembekalan selama satu bulan. Pembekalan itu dilakukan untuk mempersiapkan mereka menghadapi kegiatan Prakerin maupun diklat.
“Setelah kembali ke sekolah, para siswa diwajibkan membuat laporan dan mempresentasikan hasil kegiatan. Laporan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban atas pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh selama mengikuti Prakerin maupun diklat,” ujarnya.
Lea mengatakan peserta diklat di Malang akan mendapatkan pembelajaran yang belum seluruhnya dapat diberikan sekolah di Ternate. Salah satunya berkaitan dengan pengembangan keterampilan desain grafis.
“Kalau di sini mereka lebih condong ke Canva. Di sana mereka akan belajar desain grafis yang memang menggunakan Photoshop dan lain-lain,” ujarnya.
Selain memperoleh pengalaman dan kompetensi baru, peserta diklat juga akan mendapatkan sertifikat yang berlaku secara nasional. Sertifikat itu, kata Lea, dapat digunakan sebagai salah satu modal ketika siswa memasuki dunia kerja.
Ia berharap siswa yang mengikuti diklat maupun Prakerin dapat kembali dengan kompetensi yang lebih baik.
“Harapan saya ketika mereka kembali, mereka sudah menambah kompetensi yang lebih baik daripada yang ada di sini. Itu merupakan nilai jual. Dengan mereka punya sertifikat, ketika melamar kerja sudah ada nilai poinnya,” kata Lea.
Lea juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik sekolah selama berada di tempat Prakerin maupun di Malang. “Di mana pun kalian berada merupakan tanggung jawab untuk menjaga nama baik sekolah. Entah Prakerin atau diklat, sama,” ujarnya.
Lea mengatakan sekolah terbuka terhadap pengembangan program pembelajaran di luar daerah. Namun, untuk program magang ke luar negeri, SMKS Bina Informatika belum sampai pada tahap tersebut.
Menurut dia, program magang memiliki ketentuan waktu yang berbeda dengan diklat. Magang setidaknya berlangsung selama enam bulan, sedangkan diklat di Malang dilaksanakan selama dua bulan sebagai bagian dari program yayasan.
Pelaksanaan diklat tersebut juga mendapat dukungan dari orang tua siswa, termasuk dalam pembiayaan kegiatan.
“Alhamdulillah, orang tua sangat mendukung,” kata Lea. (Rifal)