Ternate – istanafm.com. Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe meminta kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Maluku Utara menjaga kekompakan dan menargetkan prestasi saat mengikuti Pesparawi Nasional XV di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026.
Pesan itu disampaikan Sarbin saat melepas kontingen Pesparawi Maluku Utara di Gereja GMIH Eben Haezer, Ternate, Kamis malam, 18 Juni 2026.
Menurut Sarbin, pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap kehidupan beragama karena menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat persatuan masyarakat yang majemuk.
“Kita memiliki nilai budaya, kearifan lokal, dan nilai kebangsaan yang mempersatukan. Namun nilai agama juga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam kehidupan masyarakat,” kata Sarbin.
Ia mengatakan ajang Pesparawi tidak hanya menjadi kompetisi paduan suara gerejawi, tetapi juga wadah untuk menunjukkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, peserta diminta menjaga sikap, kebersamaan, dan semangat persaudaraan selama mengikuti kegiatan di Manokwari.
Sarbin mengingatkan agar seluruh anggota kontingen menghindari perselisihan dan fitnah yang dapat merusak kekompakan tim. Menurut dia, semangat keagamaan harus tercermin dalam perilaku peserta selama mengikuti perlombaan.
“Kekompakan harus lebih kuat, semangat beragama harus lebih kuat. Kalau kebersamaan dan persatuan terjaga, maka berbagai kekurangan dapat diatasi bersama,” ujarnya.
Selain menjaga nama baik daerah, Sarbin juga mendorong kontingen Maluku Utara tampil maksimal dan membawa pulang prestasi. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang nasional harus dibarengi dengan target meraih hasil terbaik.
“Kalau ikut lomba, tentu harus memiliki target menjadi juara. Tampilkan kemampuan terbaik dan tunjukkan bahwa Maluku Utara mampu bersaing dengan daerah lain,” katanya.
Sarbin menambahkan, sistem penilaian dalam Pesparawi saat ini dilakukan secara profesional dan berbasis digital. Karena itu, ia meminta peserta fokus pada penampilan dan menghormati keputusan dewan juri.
Menurut dia, keberhasilan dalam Pesparawi tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari kemampuan peserta mengamalkan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Semakin baik seseorang dalam menjalankan nilai ketuhanan, semakin baik pula nilai kemanusiaannya. Itu yang harus ditunjukkan dalam ajang Pesparawi,” ujar Sarbin. (Rifal)