Ternate — istanafm.com. Warga Desa Lelilef Sawai dan Waibulen, Kecamatan Weda Tengah, Halmahera Tengah, menggelar aksi demonstrasi menuntut PT Indonesia Weda Bay Industrial Park bertanggung jawab atas dugaan pencemaran lingkungan. Aksi berlangsung di jalan perusahaan, Senin, 30 Maret 2026.
Koordinator aksi, Hasan Safrudin, menuturkan demonstrasi itu dipicu sejumlah persoalan yang dirasakan warga dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya krisis air bersih di Desa Lelilef serta kerusakan atap rumah warga yang diduga akibat polusi udara dari aktivitas pertambangan.
“Ini bentuk protes masyarakat terhadap masalah air bersih dan seng rumah yang cepat keropos. Kami minta perusahaan bertanggung jawab,” kata Hasan kepada Istana FM.
Selain isu lingkungan, warga juga memprotes pembangunan mess karyawan oleh perusahaan. Menurut Hasan, keberadaan fasilitas tersebut berdampak pada penurunan pendapatan pemilik kos-kosan milik warga setempat.
Dalam aksi itu, massa juga menuntut transparansi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Hasan menilai selama ini pengelolaan CSR tidak terbuka kepada masyarakat sekitar.
“Selama ini CSR tidak transparan, semua tertutup,” ujarnya.
Ia menegaskan, warga akan meningkatkan tekanan jika tuntutan mereka tidak direspons serius. Bahkan, kata dia, aksi boikot terhadap aktivitas perusahaan menjadi opsi lanjutan.
“Tadi sudah hearing dengan perusahaan dan mereka berjanji akan mengabulkan tuntutan. Kalau tidak, kami akan kembali aksi dengan massa lebih besar,” kata Hasan. (Rifal)