Ternate – istanafm.com. Aktivitas kendaraan roda empat dan roda dua terlihat memenuhi kawasan cagar budaya Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu, 29 Agustus 2026. Sejumlah kendaraan bahkan diparkir di dalam kawasan benteng yang menggunakan paving block.
Kondisi tersebut membuat sejumlah warga menyoroti kerusakan pada ruas jalan di kawasan Benteng Oranje. Mereka khawatir aktivitas kendaraan, terutama mobil, memperparah kondisi paving yang mulai rusak.
Seorang warga, Tirta, mengatakan kendaraan yang masuk dan parkir di kawasan benteng berkaitan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII yang berlangsung di Kota Ternate. Sebagian kendaraan peserta kegiatan, kata dia, dialihkan untuk parkir di kawasan Benteng Oranje.
Menurut Tirta, penggunaan kawasan benteng sebagai lokasi parkir tidak semestinya dilakukan. Sebab, beban kendaraan dapat mempercepat kerusakan ruas jalan yang menggunakan paving.
“Lihat saja, jalan semakin rusak,” ujar Tirta sambil menunjuk kondisi ruas jalan kepada Istana FM, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Warga lainnya, Nuri, mengatakan Benteng Oranje menjadi salah satu lokasi kegiatan Rakernas JKPI XII. Namun, menurut dia, kawasan cagar budaya tersebut semestinya tidak digunakan sebagai tempat parkir kendaraan.
Ia menilai penggunaan kawasan benteng sebagai lokasi parkir berpotensi merusak fasilitas di dalam kawasan cagar budaya.
“Baiknya tidak diparkir di kawasan cagar budaya. Saya kira tidak pas,” ujar Nuri.
Nuri berharap pengelola kegiatan mempertimbangkan kembali penggunaan kawasan Benteng Oranje sebagai tempat parkir kendaraan. Menurut dia, kawasan cagar budaya semestinya dijaga agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas kendaraan.
“Jangan sampai kegiatan yang hanya berlangsung beberapa hari justru meninggalkan kerusakan pada kawasan cagar budaya,” katanya. (Rifal)