Next Post

Yandri Bantah Kopdes Merah Putih Akan Tutup Warung Desa

9b207a84-2ed1-4915-8191-aaed143a87c4

Ternate – istanafm.com. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto membantah kabar pemerintah akan menutup warung dan toko kelontong di desa melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Pak Menko Pangan dan Pak Mendes tidak pernah menyampaikan akan menutup warung-warung di desa atau melarang kelontong yang ada di desa. Itu berita bohong dan fitnah besar,” kata Yandri seusai pembukaan Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pelabuhan Perikanan Nusantara Bastiong, Kota Ternate, Rabu, 5 Agustus 2026.

Yandri mengatakan kabar tersebut beredar melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram. Pemerintah, kata dia, telah melaporkan penyebaran informasi tersebut kepada aparat penegak hukum.

Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurut dia, penyebaran berita bohong dapat berujung pada persoalan hukum.

“Kita harus sharing sebelum sharing media sosial ke teman-teman. Jangan sampai narasi yang beredar membuat salah paham,” ujarnya.

Yandri mengatakan Kopdes Merah Putih justru dibentuk untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan mengentaskan kemiskinan. Pelaksanaannya membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi desa, BUMN, perbankan, hingga masyarakat.

Ia mengatakan pemerintah terus melakukan sosialisasi Kopdes Merah Putih di berbagai daerah. Setelah Jakarta dan Sulawesi Selatan, sosialisasi dilanjutkan di Maluku Utara, Jawa Timur, Lampung dan sejumlah daerah lain.

Menurut Yandri, sosialisasi diperlukan agar masyarakat memahami fungsi dan tata kelola koperasi, termasuk pembentukan badan hukum, pembangunan gerai dan gudang, hingga mekanisme operasional.

“Kami punya kepentingan bersama-sama untuk menyukseskan program ini. Tanpa dukungan Bapak-Ibu, program yang bagus ini tidak akan berjalan,” katanya.

Yandri menyebut Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari agenda pemerintah membangun ekonomi dari desa dan masyarakat bawah. Program itu, kata dia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengutip gagasan Bung Hatta yang menyebut Indonesia tidak akan terang hanya dengan satu obor di Jakarta, melainkan ketika lilin-lilin kecil menyala di setiap desa.

“Insyaallah Kopdes Merah Putih merupakan salah satu lilin yang akan menyala dan membuat Indonesia terang benderang,” ujarnya.

Selain Kopdes Merah Putih, Yandri menawarkan program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia bagi pemuda di Maluku Utara. Program tersebut memberikan kesempatan kepada pemuda desa mengikuti pelatihan dan magang di Jepang.

Menurut Yandri, peserta akan memperoleh beasiswa hingga Rp100 juta per orang dan kesempatan magang dengan gaji sekitar Rp7 juta.

Ia meminta kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa mendorong pemuda di wilayah masing-masing mengikuti program tersebut.

“Saya berharap pemuda-pemudi dari Maluku Utara bisa dikirim untuk ini dengan baik, nanti pulang menjadi orang-orang hebat di desa masing-masing,” kata Yandri. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11