Next Post

Ekspor Malut Naik, Besi Baja dan Nikel Jadi Penopang

0af60b60-179e-4223-8850-23b4bf38d5f8

Ternate – istanafm.com. Nilai ekspor Maluku Utara mencapai US$11,78 miliar sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut naik 28,62 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar US$9,16 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, mengatakan kenaikan ekspor terutama ditopang komoditas besi dan baja serta nikel.

“Berdasarkan rilis BPS Maluku Utara pada 1 Oktober 2026, kenaikan nilai ekspor terutama berasal dari besi dan baja serta nikel,” kata Harim, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ekspor besi dan baja sepanjang Januari–Agustus 2026, dikatakan mencapai US$6,38 miliar. Komoditas ini menyumbang sekitar 54,20 persen dari total ekspor Maluku Utara. Nilainya naik 7,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$5,92 miliar.

Sementara itu, ekspor nikel mencapai US$4,02 miliar atau 34,14 persen dari total ekspor. Nilai tersebut meningkat 45,49 persen dibandingkan Januari–Agustus 2025 yang sebesar US$2,76 miliar.

Jika dihitung berdasarkan bulan, nilai ekspor Maluku Utara pada Agustus 2026 mencapai US$1,93 miliar. Kata dia, Nilai itu melonjak 78,53 persen dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar US$1,08 miliar.

“BPS mencatat pertumbuhan nilai ekspor terjadi meski pergerakan volume sejumlah komoditas berbeda. Volume ekspor besi dan baja naik 2,68 persen, sedangkan rata-rata harga satuannya meningkat 4,92 persen,” tuturnya.

Pada komoditas nikel, volume ekspor justru turun 7,61 persen. Namun, rata-rata harga satuannya meningkat 57,48 persen. Kenaikan harga tersebut mendorong nilai ekspor nikel tetap tumbuh 45,49 persen.

Cina Menjadi Tujuan Utama

Cina masih menjadi negara tujuan utama ekspor Maluku Utara. Sepanjang Januari–Agustus 2026, nilai ekspor ke Cina mencapai US$10,58 miliar atau sekitar 89,82 persen dari total ekspor provinsi tersebut.

Komoditas utama yang diekspor ke Cina adalah besi dan baja dengan nilai US$6,20 miliar, nikel US$3,65 miliar, serta bahan kimia anorganik sekitar US$605,44 juta.

“Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor berikutnya dengan nilai US$230,93 juta. Seluruh ekspor ke negara tersebut berasal dari komoditas aluminium,” kata Harim.

Adapun nilai ekspor Maluku Utara ke Korea Selatan mencapai US$223,10 juta. Komoditas yang dikirim meliputi besi dan baja sebesar US$107,22 juta, nikel US$75,31 juta, serta aluminium US$28,02 juta.

Data BPS menunjukkan struktur tujuan ekspor Maluku Utara masih terkonsentrasi pada sejumlah negara. Cina menjadi pasar terbesar, disusul Amerika Serikat, Korea Selatan, dan negara tujuan lainnya. (Rifal)

istanafm

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11