Ternate — istanafm.com. Pengikisan saluran drainase di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, menyebabkan sebagian badan jalan di belakang Masjid Sigi Heku ambruk. Kerusakan itu membuat ruas jalan penghubung antarkelurahan menjadi rawan dilalui, terutama pada malam hari.
Pantauan Istana FM, Kamis, 15 Januari 2026, sekitar separuh badan jalan di RT 10/RW 5 runtuh akibat tergerus aliran air. Sejumlah pengendara tampak melambat dan memilih jalur sempit yang tersisa saat melintas di lokasi tersebut.
Warga setempat, Adam, mengatakan pengikisan drainase telah berlangsung hampir setahun dan semakin parah setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda Kota Ternate dalam beberapa waktu terakhir.
“Awalnya kecil saja. Karena hujan dan banjir, kikisannya makin melebar sampai ke jalan,” kata Adam.
Selain kerusakan jalan, minimnya penerangan turut memperbesar risiko kecelakaan. “Jalan di sini gelap, lalu diperparah dengan got yang rusak sampai ke badan jalan,” ujarnya.
Baca juga: Belum Ada Kasus, Dinkes Ternate Tetap Waspadai Super Flu
Lurah Akehuda, Farida Saleh, mengatakan persoalan itu telah dibahas bersama warga dan disampaikan ke pemerintah kota melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, menurut dia, keterbatasan anggaran dan mekanisme perencanaan membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara cepat.
“Anggaran sudah ditutup sejak Desember. Penanganan jalan ada mekanismenya, tidak bisa hari ini disarankan, besok langsung dikerjakan,” kata Farida saat dikonfirmasi.
Farida menyebut usulan perbaikan drainase, badan jalan, dan pemasangan lampu jalan telah diajukan dalam musrenbang. Namun, dari sekitar sepuluh usulan yang masuk, hanya beberapa yang bisa direalisasikan setiap tahun berdasarkan skala prioritas. Ia berharap perbaikan jalan di Akehuda menjadi perhatian karena jalur tersebut digunakan masyarakat setiap hari.
“Kalau tidak cepat ditangani, dampaknya ke warga semua. Bukan hanya pengguna jalan, tapi kami juga,” ujarnya.
Baca juga: Wacana Pilkada Lewat DPRD Dinilai Ancam Demokrasi
Sementara itu, Camat Ternate Utara Sunarto M. Taher mengaku telah menerima laporan terkait kerusakan tersebut. Informasi itu, kata dia, sudah disampaikan kepada pemerintah kota dan dinas terkait, meski belum dalam bentuk laporan tertulis.
“Ini akses penting yang menghubungkan Akehuda dan Tubo. Kami sangat prihatin dan mendorong agar penanganan bisa dilakukan secepatnya,” kata Sunarto.
Sunarto juga menambahkan bahwa ketiadaan lampu penerangan jalan menjadi keluhan utama warga di kawasan tersebut. Hingga kini, penerangan di titik rawan itu belum tersedia dan masih menunggu penanganan dari instansi terkait.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Rus’an M. Nur Taib, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan Istana FM melalui pesan WhatsApp. (Rifal)