Next Post

Yayasan Albina Gelar Qur’an Camp, Targetkan Guru Hafal Juz 30 dan Pahami Makna Al-Qur’an

1000287954

Ternate — istanafm.com. Yayasan Albina Maluku Utara menggelar kegiatan Qur’an Camp bagi guru PAUD IT, SD IT, SMP IT, dan SMA IT dengan tema “Wujudkan Guru Qur’ani di Bulan Al-Qur’an”. Kegiatan ini berlangsung pada 21–23 Februari 2026 di Masjid Muhajirin depan pantai Falajawa, Kota Ternate. 

Ketua panitia, Sukur Masuara, mengatakan program tersebut difokuskan untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an para guru, khususnya Juz 30 mulai dari Surah An-Naba hingga An-Nas.

“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Hari pertama mulai pukul 10.00 sampai 15.00 WIT, hari kedua pukul 07.00 sampai 13.00 WIT, dan hari ketiga dimulai pukul 13.00 hingga berbuka puasa bersama,” ujar Sukur saat ditemui Istana FM, Sabtu, 21 Februari 2026.

Baca juga: Pedagang Pasar Gamalama: Jika Stok Tipis, Harga Barito Akan Terus Naik

Ia menjelaskan, program serupa telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan direncanakan akan menjadi agenda rutin setiap tiga bulan. Selain untuk guru, Yayasan Albina juga menyiapkan program serupa bagi siswa.

“Untuk guru namanya Qur’an Camp, sedangkan untuk siswa disebut Super Camp. Namanya berbeda, tetapi tujuannya sama,” katanya.

Sukur berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an para guru sesuai target yang telah ditetapkan yayasan.

Ketua Yayasan Albina Maluku Utara, Ridwan Husen, menuturkan Qur’an Camp merupakan bagian dari program besar yayasan dalam membangun “guru Qur’ani” ,dan “siswa Rabbani”.

Menurut dia, program tersebut menargetkan seluruh guru dan pegawai di lingkungan Albina mampu menghafal Juz 30 dengan lancar seperti membaca Surah Al-Fatihah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman hukum bacaan (tajwid) serta pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an.

“Guru tidak hanya bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga memahami hukum bacaannya, mengetahui maknanya, dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ridwan.

Baca juga: Sempat Tertinggal 0-2, Semen Padang Bangkit dan Curi Satu Poin

Ia menambahkan, pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur’an menjadi penting di tengah tantangan moral generasi muda saat ini. Karena itu, pembinaan dimulai dari guru sebagai teladan utama bagi siswa.

“Kalau guru sudah menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, maka pendidikan karakter di sekolah akan terwujud,” ujarnya. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11