Next Post

Asap TPA Buku Deru-Deru, Warga Keluhkan Napas Sesak

5efcebc0-829e-4a3d-a4e4-8ea22bdf477d

Ternate – istanafm.com. Asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, mulai mengganggu kesehatan warga di sekitar lokasi. Pemerintah Kota Ternate menyiagakan tujuh puskesmas untuk memantau kondisi masyarakat selama masa tanggap darurat.

Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan petugas kesehatan telah mendatangi rumah warga untuk memeriksa kelompok rentan, terutama lanjut usia, balita, dan ibu hamil.

“Pagi tadi saya cek di beberapa posko kesehatan. Dokter juga turun ke masing-masing rumah dan petugas kesehatan memastikan warga, terutama lansia, balita, dan ibu hamil,” kata Rizal saat ditemui Istana FM di TPA Buku Deru-Deru, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Rizal, sejumlah warga mengeluhkan flu dan batuk. Mereka langsung mendapat pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis di lokasi.

“Memang ada yang flu dan batuk. Itu langsung ditangani dokter di lokasi, diberikan obat dan vitamin,” ujarnya.

Pemerintah Kota Ternate telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Tujuh puskesmas dilibatkan dalam pemantauan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah juga melakukan pengukuran kualitas udara. Langkah itu dilakukan untuk mengetahui kondisi udara di permukiman yang terdampak asap kebakaran TPA.

Rizal mengatakan asap berpotensi menyebar ke wilayah lain karena dipengaruhi arah angin.
“Bukan hanya Kelurahan Sulamadaha atau Takome, karena angin membawa udara sampai ke Bula dan Kulaba. Kualitas udara ini sementara diukur dan hasilnya nanti akan dipublikasikan,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan layanan rujukan bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Jika kondisi pasien memerlukan perawatan di rumah sakit, pemerintah menjamin biaya pengobatannya.

“Kalau ada pasien yang parah dan membutuhkan rujukan ke rumah sakit, akan langsung dibawa ke rumah sakit tanpa dikenakan biaya. Itu sudah menjadi komitmen dan kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit,” ujar Rizal.

Warga Keluhkan Asap

Nunung (43), warga Kelurahan Sulamadaha, mengatakan asap kebakaran membuat warga tidak nyaman. Menurut dia, bau asap dari pembakaran sampah terasa berbeda dan mengganggu pernapasan warga.

“Dampaknya sangat buruk. Torang (kami) juga sudah sesak. Asap dari sampah itu terasa sekali,” kata Nunung.

Ia mengatakan terdapat warga yang harus dibawa ke rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan. Salah satunya merupakan warga RT 7 yang dibawa pada malam hari, sekitar hari kedua kebakaran.

“Ada yang dibawa ke rumah sakit, tetangga. Katanya dua orang. Warga RT 7 satu orang. Itu hari kedua, malam dia dibawa,” ujarnya.

Menurut Nunung, pemerintah telah mendirikan posko dan menyediakan layanan kesehatan untuk warga. Petugas juga memberikan sosialisasi dan imbauan mengenai kesehatan kepada masyarakat.

“Dong (mereka) dirikan posko, ada kesehatan juga yang siaga. Ada sosialisasi dan arahan kesehatan kepada masyarakat,” katanya.

Nunung mengatakan warga berupaya membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah selama asap masih terlihat. Namun, kelompok lanjut usia dinilai paling membutuhkan perhatian.

“Untuk anak-anak, kurang keluar. Tapi dampaknya ke lansia. Asap paling terasa, jadi torang pe (kami punya) lansia dilarang keluar,” ujarnya.

Ia berharap kebakaran segera selesai agar warga kembali merasa nyaman beraktivitas.
“Torang harap cepat selesai. Torang rasa tidak nyaman. Baunya juga berbeda,” kata Nunung.

Sementara itu, petugas Posko Layanan Kesehatan BLUD Puskesmas Sulamadaha mengatakan sebanyak 24 warga telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebagian datang dengan keluhan yang berkaitan dengan paparan asap.

“Kan berasap. Anak bayi juga,” kata petugas tersebut singkat.

Kebakaran TPA Buku Deru-Deru terjadi sejak Minggu (4/10/2026) sore. Meskipun api utama telah ditangani, asap masih muncul dari sejumlah titik akibat material sampah yang terbakar.

Rizal mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan pengurangan asap dan memastikan tidak ada lagi titik kebakaran yang dapat memperluas dampak ke permukiman.

“Kita fokus dulu untuk mengurangi asap dan tidak ada lagi kebakaran sehingga dampak yang menuju permukiman warga dapat diminimalkan sampai hilang,” katanya. (Rifal)

istanafm

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11