Next Post

Hari Kelima, Api di TPA Buku Deru-Deru Belum Padam

fb6c690c-01f0-4179-84ba-c45078b7741a

Ternate – istanafm.com. Asap dari kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, mulai berkurang pada hari kelima penanganan. Namun, sejumlah titik masih mengeluarkan asap karena material sampah yang terbakar membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar padam.

Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan api utama telah ditangani. Petugas kini fokus melakukan pendinginan dan mengatasi titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

“Untuk pemadaman api hari pertama selesai. Sekarang yang muncul masih asap-asap dari sisa kebakaran. Ini bukan kebakaran semak belukar, tetapi kebakaran sampah di TPA sehingga asap masih keluar,” kata Rizal saat ditemui Istana FM di TPA Buku Deru-Deru, Rabu, 7 Oktober 2026.

Menurut Rizal, material sampah yang terbakar dapat menghasilkan gas metana. Kondisi tersebut menyebabkan asap masih muncul di sejumlah titik dan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

Pemerintah Kota Ternate menambah armada untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan. Armada tersebut berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran, Balai PUPR, Polres Ternate, dan Brimob.

“Awalnya hanya mengandalkan beberapa armada. Hari ini ada dari Balai, Polres, dan Brimob untuk memaksimalkan penanganan di lapangan. Perlahan-lahan sudah sedikit berkurang,” ujar Rizal.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas mengambil air dari sumber terdekat di Tolire Kecil. Pemerintah juga membuka satu hidran di Kelurahan Takome untuk memudahkan pengisian mobil water cannon milik Brimob dan Polres Ternate.

“Untuk mobilisasi air, kami sudah mengambil dari sumber air yang paling dekat, yaitu Tolire Kecil. Hari ini kami juga membuka satu hidran di Kelurahan Takome untuk keperluan pengisian mobil water cannon,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana Karhutla melalui Surat Keputusan Wali Kota Ternate Nomor 149/III.6/KT/2026. Status tersebut berlaku selama 14 hari, mulai 3 hingga 16 Oktober 2026.

Rizal mengatakan masa tanggap darurat dapat diperpanjang apabila hingga batas waktu tersebut kondisi kebakaran belum sepenuhnya tertangani atau asap masih terus muncul.

“Kami akan terus berkoordinasi. Kalau dalam 14 hari kondisi yang ditangani belum selesai atau asap masih keluar, statusnya akan kami perpanjang,” ujarnya.

Pemerintah Kota Ternate juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengantisipasi kebutuhan dukungan tambahan dalam penanganan kebakaran.

Selain pemadaman, pemerintah melakukan pengukuran kualitas udara untuk mengetahui dampak asap terhadap wilayah Ternate Barat. Pengukuran dilakukan di sejumlah lokasi yang terdampak asap.

“Bukan hanya Kelurahan Sulamadaha atau Takome, karena angin membawa udara sampai ke Bula dan Kulaba. Ini sementara diukur. Hasilnya nanti akan dipublikasikan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat,” kata Rizal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate Musli Mohamad mengatakan pengukuran kualitas lingkungan dan udara dilakukan bersama instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan Kota Ternate.

“Kalau kualitas lingkungan dan udara nanti kami konfirmasi ke Dinas Kesehatan karena sudah melakukan pengukuran di beberapa tempat. Yang jelas, asap ini ada gangguan,” kata Musli.

Menurut Musli, proses pemadaman sejauh ini berjalan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP). Kendala utama berada pada karakteristik material yang terbakar karena sebagian besar berupa timbunan sampah.

“Kalau kita lihat, hanya titik api atau asap yang masih keluar. Karakteristik yang terbakar ini berbeda karena ada material sampah sehingga membutuhkan waktu. Ada juga gas metana,” ujarnya.

Musli mengatakan intensitas asap pada hari kelima sudah jauh berkurang dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun angin cukup kencang, kepulan asap tidak lagi setebal sebelumnya.

“Penanganan hari kelima ini, intensitas asap sudah jauh berkurang. Walaupun angin cukup kencang, kumpulan asap tidak tebal seperti kemarin,” katanya.

Sementara itu, aktivitas pembuangan sampah tetap dilakukan dengan mengarahkan kendaraan ke bagian TPA yang tidak terdampak kebakaran. DLH juga menyiapkan lubang sementara sebagai bagian dari pengaturan pembuangan sampah selama proses penanganan kebakaran.

“Proses pembuangan sampah tetap dilakukan di TPA yang tidak dijangkau api. Kami juga membuat lubang sementara, nanti akan dialihkan ke zona aktif,” ujar Musli.

Rizal berharap kondisi cuaca mendukung proses pendinginan sehingga titik-titik asap di kawasan TPA dapat segera ditangani dan dampaknya terhadap permukiman warga dapat diminimalkan. (Rifal)

istanafm

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11