Next Post

Tagihan Air Warga Jambula Naik Hampir Tiga Kali Lipat

cc4a3088-56cc-4afa-a46d-eb53e2313c70

Ternate – istanafm.com. Tagihan air Perumda Air Minum (PAM) Ake Gaale Kota Ternate yang diterima warga Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, melonjak hampir tiga kali lipat dalam sebulan. Tagihan yang sebelumnya Rp277.500 kini tercatat mencapai Rp840.500, meski aliran air ke rumah warga disebut masih tersendat.

Salah satu warga Jambula, Ali Akbar Muhammad, mengatakan kenaikan tagihan tersebut membuatnya mempertanyakan perhitungan rekening air. Ia mengaku baru membayar tagihan pada akhir September 2026, tetapi rekening bulan berikutnya sudah mencapai ratusan ribu rupiah sebelum jatuh tempo.

“Torang (kami) ini baru bayar air di akhir bulan September sekitar dua ratus ribu lebih. Tapi di bulan ini belum sampe jatuh tempo tanggal bayar saja sudah delapan ratus ribu lebih,” kata Ali kepada Istana FM, Rabu, 7 Oktober 2026.

Ali mengatakan telah mendatangi kantor PAM Ake Gaale pada Selasa (6/10/2026) untuk menyampaikan keluhan. Menurut dia, petugas meminta pelanggan tetap membayar tagihan dan memeriksa kemungkinan kebocoran pipa secara mandiri di rumah.

“Dong (mereka) bilang tetap bayar begitu. Dong suru torang urus sandiri. Dong bilang cek sandiri jang sampe ada yang bocor. Sedangkan torang ini tra mengerti hal-hal bagini,” ujarnya.

Menurut Ali, persoalan warga tidak hanya berkaitan dengan besarnya tagihan. Distribusi air ke rumah pelanggan juga dinilai tidak menentu. Air terkadang mengalir selama satu hari, kemudian tidak mengalir pada hari berikutnya.

Debit air yang keluar juga disebut kecil sehingga menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Air ini kadang satu hari berjalan, kadang satu hari tidak berjalan. Baru berjalan ini sama deng orang alami kencing batu, keluar sedikit-sedikit. Tapi bayar sampai mau satu juta,” kata Ali.

Ia menilai besarnya tagihan tidak sebanding dengan pelayanan air yang diterima. Ali meminta pengelola PAM Ake Gaale memberikan penjelasan mengenai perhitungan rekening, termasuk angka pemakaian yang menjadi dasar tagihan.

Menurut dia, pengelolaan layanan air bersih tidak hanya berkaitan dengan penagihan, tetapi juga pemeliharaan instalasi pengolahan, jaringan distribusi, dan meteran pelanggan.

Ali berharap persoalan tersebut diperiksa secara transparan untuk memastikan angka pemakaian dan kondisi meteran sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Ia juga meminta pelanggan mendapatkan informasi yang jelas mengenai perhitungan rekening air, penyesuaian tarif, serta gangguan distribusi. Menurut dia, rincian pemakaian dan tagihan setiap bulan perlu dapat dijelaskan kepada pelanggan.

“Kalau memang pemakaian kami tinggi, harus ada penjelasan dan pemeriksaan meteran. Jangan sampai pelanggan hanya diminta membayar tanpa mengetahui dasar perhitungannya,” ujarnya.

Ali meminta Pemerintah Kota Ternate dan pihak terkait mengevaluasi pelayanan PAM Ake Gaale. Ia berharap evaluasi tidak hanya menyangkut besarnya tagihan, tetapi juga kualitas distribusi air kepada pelanggan.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Ake Gaale Kota Ternate Firman Mudaffar Sjah belum memberikan keterangan terkait keluhan warga Jambula maupun penyebab kenaikan tagihan tersebut.

Saat dikonfirmasi di kantor PAM Ake Gaale, seorang staf mengatakan Firman sedang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, bersama Sekretaris Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan dari pihak PAM Ake Gaale mengenai tagihan Rp840.500 yang dikeluhkan warga Jambula tersebut. (Rifal)

istanafm

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11