Ternate- Istanafm.com: Tidak terasa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Chasan Boesoirie Ternate kini memasuki usia yang ke-22 tahun tepat pada tanggal 10/10/2024. Namun rumah sakit kebanggaan masyarakat Maluku Utara ini, belum bisa memberikan jaminan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada para pasien.
Bahkan masih banyak hal yang harus segera dibenahi dalam proses pelayanan medis. Ismun Ali salah satu keluarga pasien yang sementara menunggu istrinya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sedang menjalani perawatan medis akibat pendarahan. Ismun Ali kepada Istana FM kamis 10/10/2024 di RSUD Dr. Chasan Boesoiri mengatakan bahwa, “Penanganan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit saat pasien berada di IGD, dinilai belum maksimal dan banyak aturan yang harus dipenuhi oleh keluarga pasien.”
Lanjut Ismun Ali, “Seharusnya pasies saat berada di IGD itu diberikan pelayanan medis terlebih dulu, bukan sebaliknya menanyakan berbagai hal yang membingungkan bagi keluarga pasien. Ismun Ali juga menyayangkan sikap petugas media yang menanyakan identitas pasien yang terkesan berbelit-belit. Karena istrinya masuk IGD sudah dilengkapi dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu BPJS, bahkan Kartu Keluarga (KK) dibawah serta. Tetapi, petugas masih menanyakan administrasi yang lain yang membuat dirinya bingung”, kesal Ismun Ali.
Senada keluhan tersebut juga disampaikan oleh Mira Salasa yang sedang menunggu anaknya yang di rawat di RSUD Dr. Chasan Boesoiri. Mira Salasa mengatakan bahwa, “Pelayanan medis di RSUD Dr. Chasan Boesoiri terlalu banyak persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak keluarga pasien, tetapi pada akhirnya obat juga harus ditebus di Apotek”, kesal Mira.
Sampaai berita ini disiarkan Direktur RSUD Dr. Chasan Boesoiri, Dr. Alwia Assagaf saat dihubungi tidak berada tempat jelas Sespri Dirut RSUD Dr. Chasan Boesoiri. Hingga berita ini di publikasikan Istana FM tidak dapat mengonfirmasi lebih lanjut terkait keluhan keluarga pasien. (Jaja On).