Istanafm.com Ternate. Agung Srisadono Wakil Direktur Bidang Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ternate, membantah pernyataan Ketua Lembaga Pengawasan Tindak Pidana Korupsi Maluku Utara (LPP-TIPILOR MALUT) Zainal Ilyas. Menurut Agung Srisadono bahwa kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke RSUD dr. Chasan Bosoirie Ternate itu untuk melakukan Monitoring, terkait dengan Hibah Alaat-Alat Medis dari Kementrian Kesehatan RI ke RSUd dr. Chasan Bosoirie Ternate tahun 2013 kata Agung Srisadono. Kepada Media ini Selasa 16/07/2024 diruang kerjanya. Lebih jauh dijelaskan Agung Srisadono Wakil Direktur Bidang Keuangan pada RSUD dr. Chasan Bosoirie Ternate, bahwa jangan menyampaikan stekmen yang membingungkan public. Nanti. Masyarakat menganggap bahwa ada terjadinya tindakan Penyalahgunaan Keuangan Negara pada RSUD dr. Chasan Bosoirie Ternate, ternyata KPK hanya melakukan Monitoring dan itu berlaku di seluruh Indonesia kata Agung Srisadono. Tetapi informasi yang dihimpun Media ini beberapa waktu lalu dari beberapa sumber yang Of The Rekord, bahwa kondisi Manajemen pada RSUD dr. Chasan Bosoirie Ternate itu, tidak sedang baik-baik saja. Karena masih banyak persoalan yang harus dibenahi, mulai dari fasilitas ruangan Pasien yang sering kebanjiran akibat bocor pada bagian atap jika hujan, belum lagi masalah pelayanan Medis dan Obat-Obatan yang terbatas karena stok Obat pada RSUD dr. Chasan Bosoirie Ternate itu sangat terbatas karena pasokan Obat-Obatan dari PT. Kimia Firma sudah disetop jelas sumber Media ini yang tidak mau namanya dipublikasikan. (Jaja On).