Next Post

Burung Gosong Maluku Pernah Tersebar di Pulau Hiri

ec787828-879a-4fc5-81a1-4603ae37b292

Ternate – istanafm.com. Burung gosong Maluku pernah tercatat memiliki daerah persebaran di Pulau Hiri, Kota Ternate. Namun, keberadaan burung yang dikenal masyarakat setempat sebagai maleo atau maleu itu kini jarang dilaporkan dalam jumlah banyak.

Koordinator Burung Indonesia Wilayah Kepulauan Maluku, Benny Aladin Siregar, mengatakan dirinya belum memperoleh informasi mengenai populasi burung gosong Maluku dalam jumlah besar di Pulau Hiri. Menurut dia, perjumpaan dengan burung tersebut kemungkinan masih terjadi, tetapi tidak seperti di Galela dan Kao, Kabupaten Halmahera Utara.

“Mungkin ada sesekali saja karena orang lihat. Tapi kalau seperti banyak, seperti yang di Galela, Kabupaten Halmahera Utara, atau di Kao, itu saya belum pernah menemukan,” ujar Benny kepada Istana FM, Rabu, 16 September 2026.

Benny mengatakan Pulau Hiri memiliki sejumlah keanekaragaman hayati yang perlu mendapat perhatian. Selain burung gosong Maluku, ia menyebut keberadaan hiu berjalan Halmahera. Sementara bidadari Halmahera tidak sampai ke Pulau Hiri. Kakatua putih pernah tercatat di Pulau Ternate, tetapi ia mengaku sudah lama tidak mendengar laporan perjumpaan dengan burung tersebut di Hiri.

“Mungkin sudah habis atau punah di pulaunya, tapi di tempat lain masih ada,” kata Benny.

Pernyataan Benny disampaikan setelah Yayasan The Tebings bersama Burung Indonesia menggelar diseminasi hasil kajian penguatan tata kelola konservasi spesies endemik dan prioritas di Kelurahan Tomajiko, Pulau Hiri, Selasa, 15 September 2026. Kajian itu memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi menjadi area perlindungan bagi kepiting kelapa atau disau, dugong atau kobo, serta burung gosong Maluku atau muleo.

Menurut Benny, upaya konservasi di Pulau Hiri tidak cukup hanya berfokus pada satu jenis satwa. Perlindungan perlu mencakup keanekaragaman hayati secara keseluruhan, termasuk hewan, tumbuhan, dan ekosistem. Pulau Hiri, kata dia, memiliki ekosistem hutan pesisir, hutan, hingga terumbu karang yang penting untuk dijaga.

Burung Indonesia bersama The Tebings mendorong perlindungan keanekaragaman hayati berbasis masyarakat. Benny mengatakan masyarakat perlu dilibatkan dalam pelestarian melalui cara-cara yang mudah diterapkan dan sesuai dengan kondisi lokal.

“Burung Indonesia memang berkolaborasi dengan banyak mitra, salah satunya The Tebings, untuk mengarusutamakan perlindungan keanekaragaman hayati berbasis masyarakat,” ujarnya. (Rifal)

ISTANA FM

ISTANA FM

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11