Ternate – istanafm.com. Pembangunan Gedung Jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie kembali melewati target penyelesaian. Gedung layanan jantung terpadu yang semestinya rampung pada November 2025 itu hingga kini belum tuntas dikerjakan, sehingga jadwal operasional pelayanan terancam kembali mundur.
Proyek yang menelan anggaran Rp8,3 miliar bersumber dari APBD tersebut ditetapkan selesai pada 30 November 2025. Namun hingga masa kontrak berakhir, progres pembangunan fisik belum mencapai 100 persen.
Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assegaf, sebelumnya mengakui keterlambatan pengerjaan. Ia menyampaikan bahwa hingga 30 November 2025 pembangunan belum sepenuhnya selesai, sehingga pihak rumah sakit memberikan tambahan waktu pengerjaan hingga 14 Desember 2025.
Saat Istana FM memantau lokasi proyek pada Selasa, 9 Desember 2025, aktivitas pekerjaan masih berlangsung. Sejumlah instalasi seperti plafon ruangan, lantai, dan lift tampak telah terpasang. Menurut Alwia, progres fisik gedung telah mencapai 99 persen, dan item pekerjaan pada tahap III—termasuk plafon dan lift—telah dirampungkan.
Meski demikian, proses pemasangan peralatan medis belum dapat dipastikan. Upaya konfirmasi lanjutan Istana FM di RSUD Chasan Boesoirie pada Selasa sekitar pukul 11.54 WIT tidak membuahkan hasil. Konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada Direktur RSUD juga belum mendapat respons hingga berita ini ditayangkan.
Ketidakpastian penyelesaian pembangunan tersebut menimbulkan kekhawatiran layanan jantung kembali terlambat beroperasi. Program layanan jantung terpadu sebelumnya diproyeksikan menjadi salah satu pusat pelayanan unggulan rumah sakit rujukan terbesar di Maluku Utara. (Rifal)