Ternate – istanafm.com. Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah, termasuk Papua Selatan, masih berpotensi menyelimuti Maluku Utara dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi arah angin dominan dari tenggara yang membawa asap menuju wilayah Maluku Utara.
Prakirawan cuaca BMKG Kelas I Sultan Babullah Ternate, Muhammad Fauzi Bintiang, mengatakan fenomena kabut asap yang terjadi beberapa hari terakhir dipicu kebakaran lahan di sejumlah wilayah, seperti Halmahera dan Papua.
“Untuk wilayah Papua, asap terbawa ke Maluku Utara karena didukung arah angin yang dominan dari tenggara. Angin ini membawa asap dari wilayah Papua Selatan ke Maluku Utara,” kata Fauzi kepada Istana FM, Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurut dia, sebaran asap diperkirakan masih berlangsung karena titik panas atau hotspot masih terdeteksi di wilayah Papua bagian selatan. Arah angin dari tenggara juga masih mendukung pergerakan asap menuju Maluku Utara.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara, bergantung pada tingkat konsentrasi asap yang menyebar di wilayah Maluku Utara.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Fauzi juga mengingatkan pengguna transportasi laut, operator kapal, dan nelayan agar berhati-hati saat beraktivitas di laut. Jarak pandang yang rendah akibat kabut asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut.
Musim hujan mulai akhir Oktober
Di tengah kondisi kabut asap, BMKG juga memprakirakan awal musim hujan di sejumlah wilayah Maluku Utara berlangsung secara bertahap mulai akhir Oktober hingga Desember 2026.
Wilayah Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kota Ternate, dan Kota Tidore Kepulauan diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada akhir Oktober.
Selanjutnya, pada November, awal musim hujan diprakirakan terjadi di Pulau Morotai serta sebagian wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Barat.
Memasuki Desember, awal musim hujan diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah Halmahera Selatan. Pada dasarian kedua atau periode 10 hari kedua Desember, hujan diprakirakan mulai terjadi di Pulau Makian, Gane, dan wilayah Mongoli.
Sementara itu, pada dasarian ketiga atau 10 hari terakhir Desember, awal musim hujan diprakirakan terjadi di Bacan, Obi, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari mendatang.
Pada Selasa (13/10/2026), potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Halmahera Selatan.
Potensi hujan dengan intensitas serupa kembali diprakirakan pada 16 Oktober di Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan. Wilayah Obi menjadi salah satu daerah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi atmosfer, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan laut. (Rifal)