Next Post

Kualitas Udara Memburuk, Siswa Ternate Diliburkan Tiga Hari

0c23580b-b65b-47a1-85bc-60936bf39f63

Ternate – istanafm.com. Pemerintah Kota Ternate meliburkan seluruh siswa selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 13–15 Oktober 2026, untuk mengurangi risiko paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan ini diambil ketika sekitar 30 persen area terbakar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, masih dalam penanganan.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan tim gabungan telah mengendalikan sekitar 70 persen area kebakaran sejak insiden itu terjadi pada 3 Oktober 2026. Sisa area yang masih mengeluarkan asap tebal menjadi prioritas pemadaman selama masa tanggap darurat.

“Dari hasil presentasi tadi, kurang lebih sudah 70 persen area terbakar itu sudah bisa dikendalikan. Masih ada 30 persen lainnya yang dalam sisa waktu masa tanggap darurat ini akan kami upayakan untuk dipadamkan atau diselesaikan, terutama area yang masih mengeluarkan asap tebal,” ujar Rizal seusai memimpin rapat evaluasi karhutla, Senin, 12 Oktober 2026.

Penanganan kebakaran melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, TNI-Polri, Basarnas, serta unsur terkait lainnya. Mereka mengerahkan personel dan armada operasional untuk memadamkan api dan menangani titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Menurut Rizal, masa tanggap darurat dijadwalkan berakhir pada Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, pemerintah akan mempertimbangkan perpanjangan selama tujuh hari apabila pemantauan pada Kamis atau Jumat menunjukkan masih ada titik api atau kebutuhan penanganan lanjutan.

Asap yang menyelimuti Kota Ternate menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi mengganggu kesehatan warga. Rizal mengatakan, sumber asap diduga tidak hanya berasal dari kebakaran di Takome, tetapi juga kebakaran hutan di sejumlah wilayah Halmahera yang asapnya terbawa angin menuju Ternate.

Untuk mengurangi risiko paparan, Wali Kota Ternate memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan meliburkan seluruh siswa mulai 13 hingga 15 Oktober. Kebijakan tersebut mencakup sekitar 42 ribu siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

“Mulai besok sampai tanggal 15, anak-anak sekolah diliburkan. Ini sebagai langkah ikhtiar agar mereka tidak melakukan aktivitas di luar ruangan terlebih dahulu,” kata Rizal.

Kualitas udara di atas normal

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Fathiyah Suma, mengatakan pemerintah telah melakukan langkah mitigasi setelah pengukuran kualitas udara di sejumlah rumah warga menunjukkan nilai di atas normal. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena paparan asap dapat berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil.

“Dengan situasi tanggap darurat yang diberlakukan akibat karhutla di TPA Buku Deru-Deru, masyarakat perlu melakukan mitigasi untuk mengurangi kemungkinan terpapar asap. Hasil uji kualitas udara di rumah-rumah penduduk masih menunjukkan nilai di atas normal,” ujar Fathiyah.

Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk bersiaga dan melakukan upaya pencegahan di wilayah kerja masing-masing. Pada Senin pagi, petugas puskesmas juga mendatangi sekolah-sekolah untuk membagikan masker kepada siswa.

Fathiyah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker. Masyarakat dengan riwayat asma atau yang mengalami sesak napas disarankan segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Keadaan udara di luar saat ini tidak sehat. Karena itu, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker apabila harus keluar, dan tetap memantau kondisi kesehatan,” katanya.

Sebagai dukungan penanganan dampak asap, sebanyak 10.000 masker telah diterima dari pusat krisis bencana pada Senin, 12 Oktober 2026. Masker tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah kerja melalui dukungan instalasi farmasi di Kota Ternate.

Pemerintah Kota Ternate meminta masyarakat mematuhi imbauan kesehatan, mendukung kebijakan libur sekolah, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan penanganan karhutla. Pemadaman dan pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan selama masa tanggap darurat untuk mengurangi dampak asap terhadap warga. (Rifal)

istanafm

Related posts

Newsletter

Jangan sampai ketinggalan informasi! Masukkan email Anda dan dapatkan update atas setiap berita terbaru di Istana FM!

ban11