Ternate – istanafm.com. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) H. Sudaryono, B.Eng mengatakan organisasi tersebut telah menyelesaikan dualisme kepengurusan yang sebelumnya berlangsung.
Sudaryono menyampaikan hal itu setelah melantik pengurus HKTI Maluku Utara di Bela Hotel, Ternate, Senin, 21 September 2026.
Menurut Sudaryono, dua kubu HKTI yang sebelumnya dipimpin oleh pihak yang berbeda telah sepakat menyelenggarakan musyawarah nasional bersama. Dalam musyawarah tersebut, Sudaryono terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum.
“Sudah, di munas sudah bersatu. Jadi kubu Pak Fadli dan kubu Pak Moeldoko itu kemudian sudah bersepakat munas bareng, kemudian secara aklamasi memilih saya sebagai ketua umum. Jadi ini sudah tidak ada lagi dualisme,” kata Sudaryono.
Ia mengatakan kehadirannya di Ternate juga berkaitan dengan pelantikan pengurus HKTI Maluku Utara yang secara aklamasi menyepakati Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sebagai ketua untuk periode 2026-2031.
Sudaryono mengatakan HKTI akan mengambil peran dalam mendukung program pemerintah di sektor pangan dan pertanian. Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu fokus dan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Program pangan dan pertanian ini fokus dan prioritasnya Presiden Prabowo. Tentu saja dengan semua perangkat yang ada,” ujarnya.
Menurut Sudaryono, penguatan sektor pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian atau dinas terkait. Pemerintah juga melibatkan TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
HKTI, kata Sudaryono, juga diharapkan mengambil peran dalam menjembatani aspirasi petani di berbagai daerah, termasuk Maluku Utara.
Ia menilai Maluku Utara memiliki potensi pertanian yang besar. Komoditas seperti kelapa, pala, dan cengkeh menjadi bagian dari kekuatan sektor pertanian di provinsi tersebut.
“Potensinya besar. Selain memang lebih dari setengah dari penduduknya adalah petani, komunitas pertaniannya juga saya kira cukup unik,” kata Sudaryono.
Ia mengatakan karakter geografis Maluku Utara sebagai daerah tropis dan kepulauan mendukung pengembangan sejumlah komoditas perkebunan. Pemerintah, menurut dia, juga tengah mendorong program peremajaan sejumlah tanaman seperti kelapa dan pala.
Sudaryono mengatakan HKTI akan berupaya mengawal program pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.
“Intinya saya hadir di sini sebagai Ketua Umum HKTI, tapi juga bagian dari pemerintah pusat. Intinya adalah melalui HKTI ini bagaimana program pertanian betul-betul bisa dikawal dan bermanfaat, dirasakan oleh petani kita di seluruh Maluku Utara,” ujarnya. (Rifal)