Jakarta – Istanafm.com. APINDO menerima audiensi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Dr. Ir. Saiful Hidayat, M.T., beserta jajaran, di Kantor DPN APINDO, Jakarta, Rabu (29/9/2026).
Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendorong perlindungan sosial ketenagakerjaan yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum Sanny Iskandar, Ketua Komite Pengupahan Subchan Gatot, Ketua Komite Jaminan Sosial Gama A. Yogotomo, Ketua Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan Myra M. Hanartani, PMO Bidang Ketenagakerjaan Joko Baroto, serta jajaran Pengurus Bidang Ketenagakerjaan DPN APINDO. Dari BPJS Ketenagakerjaan hadir Direktur Utama Dr. Ir. Saiful Hidayat, M.T., Direktur Kepesertaan Agung Nugroho, Deputi KSI Hendra Nopriansyah, Pps. Deputi SBD Nurendro Prasetyo Nugroho, dan Deputi KHK Surya Rizal.
Dalam audiensi, kedua pihak membahas sejumlah peluang penguatan kolaborasi, mulai dari perluasan kepesertaan dan perlindungan pekerja, pemanfaatan teknologi untuk mendukung skilling dan reskilling, hingga pengembangan program yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pekerja dan keluarganya.
BPJS Ketenagakerjaan juga menyampaikan berbagai pengembangan program, termasuk dukungan terhadap akses pembiayaan perumahan, beasiswa bagi anak peserta, serta Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi & Kemandirian Penerima Manfaat) yang diarahkan untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi keluarga penerima manfaat.
Dalam diskusi, perlindungan pekerja juga dipandang perlu ditempatkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang, bukan semata sebagai biaya bagi perusahaan. Karena itu, pembahasan turut menyoroti pentingnya mendorong kepatuhan perusahaan melalui skema insentif yang relevan dan efektif, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik masing-masing sektor usaha.
Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menyampaikan keterbukaan APINDO untuk mengembangkan kolaborasi secara konkret, termasuk melalui pilot project pada kelompok tertentu serta penyusunan program bersama. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan pemanfaatan program jaminan sosial bagi pekerja sekaligus menjawab kebutuhan dunia usaha.
Pembahasan juga mencakup keberlanjutan jaminan sosial, jaminan pensiun dan pesangon, serta pentingnya memperluas perlindungan bagi pekerja informal dan pekerja yang berada dalam ekosistem rantai pasok. Kedua pihak turut melihat peluang pemanfaatan teknologi dan kolaborasi komunikasi untuk memperluas jangkauan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan dunia usaha.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara APINDO dan BPJS Ketenagakerjaan dalam membangun ekosistem perlindungan ketenagakerjaan yang inklusif, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan pekerja dan dunia usaha.