Next Post
[aioseo_breadcrumbs]

Bupati Bassam Geram, Ketahuan Ada ASN Sering Konsumsi Miras

IMG-20231204-WA0107

HALSEL.ISTANA.NEWS – Diduga ada oknum ASN di lingkup Pemda Halmahera Selatan (Halsel) yang sering mengkonsumsi Minuman Keras, kini menjadi sorotan khusus pihak Pemda Halsel.
Hal itu di tegaskan Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba saat memimpin apel bersama ASN dilingkup Pemkab Halsel di lapangan Kantor Bupati Halsel Senin (22/01/2024).
“Kami tidak akan tinggal diam atas kasus yang sama ini apalagi, jika ternyata pelaku adalah ASN,”tegasnya.
Bupati Bassam sangat geram dan kesal ketika menerima laporan mengenai adanya ASN dilingkup Pemkab Halsel yang diduga sering menkonsumsi Miras.
“Kami akan menindak tegas ASN yang diketahui mengonsumsi minuman keras apalagi sampai menimbulkan kekacauan,”tandasnya.
Masalah ini, lanjut Bupati, tentu sangat dipertanyakan karena Aparatur Sipil Negara seharusnya dapat menjadi contoh dan tauladan bagi para masyarakat dan Miras juga dikenal sebagai penyebab timbulnya perilaku buruk yang bahkan dapat merusak citra pemerintahan.
“Hal ini menjadi suatu yang tidak etis jika ASN terlibat dalam konsumsi minuman keras,” kesal Bupati
Sebagai bagian dari negara, kata Bupati, ASN harus memiliki standar etika yang cukup tinggi, berlandaskan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Sanksi Bagi Aparatur Sipil Negara yang Melakukan Pelanggaran Etik.
Ditegaskan, ASN yang kedapatan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan etika harus segera ditindaklanjuti.
Sanksi yang diberikan terhadap ASN yang melanggar aturan etik bisa berbagai macam sesuai dengan tingkat pelanggaran.
“Untuk kasus penggunaan Miras yang dapat merusak fisik dan mental, sanksi yang diberikan tentu harus sesuai dengan tingkat bahayanya. Selain sanksi administratif, ASN juga bisa terancam sanksi pidana terutama jika kasus yang dilakukannya sudah mencapai tingkatan kriminal dan jika terbukti maka saya tidak akan segan-segan untuk menindak ASN bersangkutan dan bahkan sampai pada tingkat dipecat,” tegasnya.
Menurut peraturan, untuk sanksi administratif sendiri, ASN yang melanggar aturan etik bisa dijatuhi sanksi mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat, hingga pemberhentian dengan tidak hormat. Sementara itu, jika terdapat pelanggaran yang lebih serius yang bersifat kriminal, ASN dapat diancam pidana sebagaimana diatur dalam undang-undang, sistem perundang-undangan, dan peraturan yang berlaku.(byb)

Avatar

istanafm

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11