Next Post

Izin Belasan Ton Sianida dalam Kontainer Lengkap

IMG-20231229-WA0113

HALSEL, ISTANA.NEWS – Polres Halmahera Selatan (Halsel) akan tetap melakukan penyelidikan temuan bahan kimia berbahaya jenis Sianida yang di simpan dalam kontainer di Pelabuhan Babang Bacan Timur, Halmahera Selatan.
Hal itu ditegaskan Kapolres Halsel, AKBP Aditya Kurniawan saat melakukan konferensi Pers, Jumat (29/12/2022) di areal Pelabuhan Babang dan didampingi Kasat Reskrim Iptu Ray Sobar, Kabid Perdagangan Disperindagkop Halsel Nurbaity Karmila, Kabid Perizinan DPMPTSP Halsel Umar Abusama serta kepala KPPP Pelabuhan Babang.
Dikatakan,  meskipun keberadaan Sianida tersebut lengkap dokumennya namun pihak Polres Halsel masih melakukan penyelidikan dan tetap meminta klarifikasi terhadap pemilik barang atas nama Nikolas karena Sianida tergolong barang berbahaya. “Pemilik barang masih berada di luar negeri untuk berlibur natal dan tahun Baru namun tetap akan dipanggil lagi setelah tahun baru untuk dimintai klarifikasi jadi bahan sianida tersebut akan tetap dipolisi line dan berada di kontener, nanti dilihat apakah masuk dalam unsur pidana atau seperti apa,” ujarnya.
Ditambahkan,  setelah diamankan Sianida atau bahan berbahaya ini dikonteiner di pelabuhan Babang pada 26 Desember 2023 hingga saat ini belum ada pembongkaran karena proses pembongkaran harus ada semua pihak terkait karena sianida tergolong bahan berbahaya dan harus ada tempat penampungannya.
“Semua dokumennya lengkap jadi proses pengiriman sampai di pelabuhan Babang ini legal,” katanya.
Kapolres membantah keras terkait nformasi yang beredar ada oknum anggota kepolisian yang memback up keberadaan Sianida yang ada di pelabuhan Babang, dan berdasarkan manifest yang tercatat barang berbahaya tersebut akan dibawa ke Obi tujuan jelasnya adalah desa Angggai.
“Saya tegaskan tidak ada anggota Polri yang memback Up keberadaan Sianida tersebut jadi informasi soal anggota back up itu bohong,” tegasnya.
Dikatakan, pihaknya mengkaitkan temuan ini sebagai kasus tindak pidana perdagangan yakni bahan berbahaya dan pihaknya sudah mengumpulkan bukti berupa dokumen berupa 1 eksemplar dokumen persetujuan pemuatan bahan berbahaya kemudian, 1 eksemplar Bill of lading atau daftar muatan kapal .
Kemudian 1 eksemplar surat distributor terdaftar bahan berbahaya atau BTB2 dan 1 eksemplar perijinan usaha berbasis resiko, Serta 1 eksemplar perijinanaan perusahaan untuk menunjuk kegiatan usaha tanda daftar gudang PBUMKU.
Perwira dua bunga itu menjelaskan, bahan berbahaya ini ditemukan pada tanggal 26 Desember tahun 2023 dengan total sebanyak 19 ton termasuk didalamnya bahan campuran yang akan dibawa ke lokasi tambang rakyat Desa Anggai Obi.
“Awalnya kami sudah lakukan koordinasi dengan pihak Syahbandar maupun pemilik barang, untuk membongkar kontainer, namun tidak bisa karena isinya bahan berbahaya sehingga ada prosedurnya.”tandas Kapolres.(tim/byb)

Avatar

istanafm

Related posts

Newsletter

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.

ban11